Kedengarannya memang seperti lelucon dan bahkan agak tidak masuk akal. Tetapi percayalah, berdasarkan pengamatan kami, banyak lagu pop yang bagus, viral, melegenda, dan tetap enak didengar bertahun-tahun sering kali lahir dari seorang songwriter yang sedang mengalami gejolak emosional dalam hubungan percintaannya. Mulai dari diputusin pacar, diselingkuhi, disakiti, merasa tidak dihargai, sampai berada dalam hubungan yang perlahan-lahan mulai renggang. Semua pengalaman tersebut ternyata bisa menjadi bahan bakar yang sangat kuat untuk menciptakan sebuah lagu.
Oleh karena itu, walaupun terdengar seperti strategi yang nyeleneh, kami justru berani memberikan sebuah saran sederhana kepada Anda yang ingin meningkatkan inspirasi dalam songwriting: cari pacar.
Tentu saja, bukan berarti Anda harus sengaja mencari pacar hanya untuk disakiti kemudian membuat lagu. Bukan itu maksudnya. Hubungan percintaan seharusnya tetap dijalani secara natural seperti hubungan pada umumnya. Ada masa ketika dua orang saling menyukai, ada masa ketika hubungan terasa menyenangkan, ada masa ketika keduanya mulai mengenal karakter masing-masing, ada masa ketika muncul perbedaan, dan mungkin ada pula masa ketika hubungan tersebut akhirnya berakhir.
Justru perjalanan natural seperti itulah yang bisa menjadi sumber cerita songwriting.
Bayangkan ketika Anda baru memiliki pacar. Semuanya masih terasa menyenangkan. Hampir setiap hal yang dilakukan pasangan terasa romantis. Cara dia tersenyum, cara dia berbicara, kebiasaan kecilnya, tempat pertama kali bertemu, percakapan tengah malam, perjalanan bersama, sampai hal-hal sederhana seperti menunggu balasan chat dapat menjadi bahan untuk menulis lagu.
Pada fase ini, Anda bisa mengangkat sisi romantis dari pasangan Anda menjadi lagu yang happy. Tidak perlu cerita yang terlalu rumit. Justru hal-hal sederhana yang dialami sehari-hari terkadang terasa lebih relatable. Misalnya tentang seseorang yang merasa beruntung karena akhirnya menemukan orang yang membuat hidupnya terasa lebih menyenangkan.
Anda bisa menulis tentang bagaimana rasanya memiliki seseorang yang selalu ada ketika hari sedang buruk. Anda bisa menceritakan kebiasaan pasangan yang mungkin bagi orang lain terlihat sepele, tetapi bagi Anda justru sangat berarti. Bahkan sebuah kalimat sederhana yang pernah diucapkan pasangan bisa menjadi bagian dari lirik.
Inilah salah satu keuntungan ketika songwriter benar-benar mengalami sendiri cerita yang ditulisnya. Ada pengalaman personal di balik lirik tersebut. Ada memori yang bisa divisualisasikan. Ada emosi yang pernah dirasakan. Sehingga ketika menulis lagu, Anda tidak hanya mengarang sebuah cerita dari imajinasi, tetapi sedang mengubah pengalaman hidup menjadi karya.
Kemudian hubungan terus berjalan.
Setelah beberapa bulan atau beberapa tahun, Anda mulai mengenal pasangan secara lebih dalam. Anda tidak lagi hanya melihat sisi romantisnya. Anda mulai mengetahui kebiasaan buruknya, perbedaan cara berpikir, perbedaan karakter, dan berbagai hal kecil yang sebelumnya tidak terlihat ketika hubungan masih baru.
Pada tahap ini, songwriting Anda juga bisa ikut berubah.
Kalau sebelumnya Anda menulis lagu tentang betapa bahagianya memiliki seseorang, sekarang Anda bisa mulai menulis lagu tentang bagaimana rasanya menghadapi perbedaan dalam hubungan. Mulai muncul cerita tentang pertengkaran, salah paham, komunikasi yang tidak berjalan baik, rasa kecewa, atau perasaan ketika seseorang yang dulu sangat dekat perlahan mulai terasa jauh.
Menariknya, perjalanan tersebut dapat menghasilkan kumpulan lagu yang memiliki hubungan satu sama lain.
Misalnya lagu pertama bercerita tentang pertemuan. Lagu kedua bercerita tentang jatuh cinta. Lagu ketiga bercerita tentang masa-masa bahagia. Lagu keempat mulai bercerita tentang konflik. Lagu kelima bercerita tentang hubungan yang semakin renggang. Lagu keenam bercerita tentang perpisahan. Lagu ketujuh bercerita tentang proses menerima kenyataan setelah hubungan tersebut berakhir.
Akhirnya Anda bukan hanya memiliki satu lagu.
Anda memiliki sebuah album.
Lebih menarik lagi, album tersebut mempunyai timeline hubungan yang jelas. Pendengar seolah-olah diajak mengikuti perjalanan sebuah hubungan dari awal sampai akhir melalui lagu-lagu yang Anda tulis.
Di sinilah pengalaman pacaran dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi seorang songwriter. Bukan karena pacaran otomatis membuat seseorang menjadi penulis lagu yang hebat, tetapi karena hubungan percintaan memberikan begitu banyak pengalaman emosional yang dapat dijadikan cerita.
Ada kebahagiaan.
Ada kerinduan.
Ada kecemburuan.
Ada pertengkaran.
Ada harapan.
Ada rasa kecewa.
Ada perasaan kehilangan.
Dan tentu saja ada patah hati.
Patah hati bahkan sering menjadi salah satu bahan paling kuat dalam lagu pop. Ketika seseorang sedang patah hati, emosinya sedang berada dalam kondisi yang sangat intens. Hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa tiba-tiba menjadi sangat berarti. Sebuah tempat bisa mengingatkan kepada seseorang. Sebuah lagu bisa mengingatkan kepada mantan. Sebuah percakapan lama bisa membuat seseorang kembali mengingat masa lalu.
Semua pengalaman tersebut sebenarnya merupakan bahan songwriting yang sangat kaya.
Tidak mengherankan apabila banyak penyanyi dan songwriter terkenal menggunakan pengalaman percintaan mereka sebagai bahan dalam lagu. Nama seperti Taylor Swift sangat sering dikaitkan dengan lagu-lagu yang membicarakan hubungan, cinta, perpisahan, dan mantan. Begitu pula dengan Astrid S, Gracie Abrams, dan Olivia Rodrigo yang dalam banyak karya mereka juga mengangkat berbagai cerita mengenai hubungan percintaan, kerinduan, konflik, dan patah hati.
Bukan berarti seluruh lagu mereka secara otomatis merupakan kisah nyata yang dapat dipastikan merujuk kepada seseorang. Namun secara umum, tema hubungan dan pengalaman emosional memang menjadi bagian yang sangat kuat dalam songwriting mereka.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan percintaan memang memiliki potensi besar sebagai sumber inspirasi.
Bayangkan jika seorang songwriter benar-benar menjalani hubungan dari awal sampai akhir dan mendokumentasikan setiap fase tersebut melalui lagu. Ketika hubungan sedang bahagia, lahirlah lagu bahagia. Ketika mulai muncul masalah, lahirlah lagu yang lebih emosional. Ketika mulai merasa kehilangan, lahirlah lagu sedih. Dan apabila hubungan tersebut akhirnya berakhir, lahirlah lagu tentang perpisahan.
Kemudian beberapa tahun setelahnya, songwriter tersebut dapat melihat kembali seluruh karya itu dan menyadari bahwa ternyata album tersebut merupakan dokumentasi perjalanan hidupnya sendiri.
Itu jauh lebih menarik daripada sekadar membuat lagu secara acak.
Album tersebut memiliki cerita.
Album tersebut memiliki karakter.
Album tersebut memiliki perjalanan emosional.
Bahkan pendengar yang mengikuti seluruh albumnya bisa merasakan perubahan suasana dari lagu pertama sampai lagu terakhir. Dari perasaan jatuh cinta yang sangat bahagia sampai akhirnya menjadi seseorang yang harus belajar menerima kehilangan.
Tetapi sekali lagi, jangan salah memahami gagasan ini.
Kami tidak menyarankan Anda mencari pacar kemudian sengaja membuat hubungan menjadi berantakan demi mendapatkan inspirasi lagu. Jangan sengaja mencari perselingkuhan. Jangan sengaja membuat konflik. Jangan mencari penderitaan hanya karena ingin mendapatkan lagu yang bagus.
Biarkan semuanya berjalan natural.
Kalau hubungan Anda sedang bahagia, nikmati kebahagiaannya sekaligus jadikan pengalaman tersebut sebagai inspirasi. Kalau suatu saat muncul masalah, jadikan pengalaman tersebut sebagai cerita. Kalau hubungan mulai tidak cocok, Anda bisa menuliskan perasaan tersebut. Dan kalau akhirnya hubungan benar-benar berakhir, Anda bisa mengubah rasa kehilangan menjadi karya.
Dengan begitu, songwriting bukan hanya menjadi aktivitas menulis lirik dan membuat melodi.
Songwriting menjadi cara untuk mendokumentasikan kehidupan.
Pacar Anda bisa menjadi karakter dalam cerita. Hubungan Anda menjadi timeline. Setiap fase menjadi satu bab. Dan setiap bab bisa berubah menjadi sebuah lagu.
Pada akhirnya, Anda mungkin akan memiliki sebuah full album yang sebenarnya merupakan perjalanan hubungan Anda sendiri.
Dari first meeting.
Jatuh cinta.
Bahagia bersama.
Mulai menemukan perbedaan.
Bertengkar.
Menjauh.
Berpisah.
Kemudian belajar melanjutkan hidup.
Kedengarannya memang seperti strategi songwriting yang sangat nyeleneh. Tetapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya cukup masuk akal. Karena semakin banyak pengalaman emosional yang benar-benar kita rasakan, semakin banyak pula cerita yang dapat kita ceritakan melalui lagu.
Jadi, kalau Anda seorang songwriter dan merasa kehabisan inspirasi, mungkin masalahnya bukan karena Anda kekurangan teori musik atau tidak memiliki kemampuan membuat melodi. Bisa jadi Anda hanya kekurangan cerita.
Maka dari itu, sekali lagi kami memberikan saran yang terdengar konyol tetapi mungkin cukup masuk akal: carilah pacar.
Jalani hubungan tersebut secara normal. Jangan dibuat-buat. Jangan dipaksakan. Nikmati setiap momennya. Kalau bahagia, nikmati. Kalau ada masalah, selesaikan. Kalau suatu hari harus berpisah, terima.
Dan kalau dari seluruh perjalanan tersebut lahir beberapa lagu yang bagus, anggap saja itu bonus.
Siapa tahu, dari satu hubungan yang Anda jalani secara natural, Anda tidak hanya mendapatkan pengalaman hidup, tetapi juga mendapatkan satu album penuh yang menceritakan perjalanan cinta Anda dari awal sampai akhir.
Nah, setelah mendapatkan cerita dan inspirasi dari perjalanan hubungan Anda, jangan berhenti hanya pada lirik dan ide lagu. Cerita yang bagus juga membutuhkan aransemen yang mampu menerjemahkan emosi tersebut menjadi musik yang enak didengar. Di sinilah Escapia Mount Recording bisa membantu Anda mengembangkan ide lagu menjadi karya yang lebih utuh.
Anda mungkin sudah memiliki lirik, melodi, chord, atau bahkan hanya rekaman suara sederhana dari HP. Semua itu bisa dikembangkan menjadi aransemen yang lebih lengkap sesuai karakter lagu yang Anda inginkan. Lagu bahagia bisa dibuat lebih ringan dan catchy, sementara lagu tentang patah hati bisa dibangun dengan nuansa yang lebih emosional dan dramatis.
Jadi, jangan biarkan cerita cinta Anda hanya berhenti menjadi kenangan. Ubah pengalaman tersebut menjadi lagu yang bisa didengarkan kembali kapan saja. Kalau sudah punya ide lagu, gunakan jasa aransemen lagu di Escapia Mount Recording dan mari kembangkan cerita tersebut menjadi karya musik yang benar-benar memiliki karakter.
