Studi Kasus Songwriting Astrid Smeplass: Ketika Kualitas Lagu Bertemu Kemandirian Produksi

Ada banyak penyanyi di dunia yang memiliki kemampuan vokal bagus. Ada pula banyak penyanyi yang memiliki penampilan menarik, produksi musik yang mahal, serta dukungan label besar. Namun, tidak semuanya mempunyai satu kemampuan yang menurut saya paling penting dalam karier seorang musisi, yaitu kemampuan songwriting. Salah satu penyanyi yang menurut saya memiliki kemampuan tersebut adalah Astrid Smeplass, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Astrid S.

Astrid S merupakan penyanyi dan penulis lagu asal Norwegia. Menurut saya, ia merupakan salah satu contoh menarik bagaimana seorang musisi dapat mempunyai kualitas songwriting yang sebenarnya sangat kuat untuk pasar internasional, tetapi popularitasnya belum tentu sebanding dengan kualitas musik yang dihasilkan. Bahkan, secara subjektif saya merasa Astrid S seharusnya bisa mendapatkan jumlah stream yang jauh lebih besar, bahkan mendekati level penyanyi pop dunia seperti Taylor Swift.

Tentu saja perbandingan tersebut bukan berarti mengatakan bahwa Astrid S mempunyai skala industri yang sama dengan Taylor Swift. Taylor Swift merupakan fenomena global dengan ekosistem industri, basis penggemar, distribusi, promosi, dan perjalanan karier yang sangat besar. Namun, kalau yang dibicarakan adalah kualitas menulis lagu, Astrid S menurut saya mempunyai kemampuan yang sangat layak untuk berada di level perhatian yang lebih tinggi.

Masalahnya mungkin bukan semata-mata kualitas musik. Salah satu faktor yang menarik adalah tempat Astrid S dilahirkan dan berkembang sebagai musisi. Ia berasal dari Norwegia, sebuah negara yang memiliki industri musik yang produktif dan melahirkan banyak musisi hebat, tetapi ukuran pasar domestiknya tentu tidak sebesar Amerika Serikat. Amerika mempunyai pasar musik yang sangat besar, terutama untuk musik pop, country, dan singer-songwriter. Ketika seorang musisi lahir dan berkembang di Amerika, akses terhadap industri, kolaborator, media, label, radio, festival, dan pasar pendengar global tentu mempunyai skala yang berbeda.

Karena itu, muncul sebuah pemikiran menarik: bagaimana jika Astrid S lahir dan besar di Amerika Serikat? Bisa jadi jalur kariernya akan berbeda. Dengan karakter songwriting yang easy listening, lirik yang mudah dipahami, vokal yang khas, serta kemampuan menggabungkan unsur country dengan pop modern, sebenarnya Astrid S mempunyai banyak elemen yang sangat cocok dengan pasar musik Amerika dan Barat.

Astrid S dan Kemandirian dalam Produksi Musik

Hal lain yang membuat Astrid S menarik untuk dijadikan studi kasus adalah cara ia mengerjakan musiknya. Astrid S dikenal cukup mandiri dalam proses produksi. Ia menggunakan Logic Pro sebagai salah satu perangkat utama dalam proses kreatifnya.

Bagi saya, hal ini menarik karena menunjukkan bahwa songwriter modern tidak harus selalu memulai dari posisi sebagai penyanyi yang kemudian menyerahkan seluruh proses produksi kepada produser. Astrid S justru mempunyai kemampuan untuk masuk ke dalam proses produksi musiknya sendiri.

Jika digambarkan secara sederhana, mungkin sekitar 80 persen elemen kreatif dalam track dapat ia kerjakan atau bangun sendiri, sedangkan sekitar 20 persen lainnya kemudian mendapatkan dukungan dari pihak lain seperti produser, mixing engineer, atau tenaga profesional lainnya.

Komposisi tersebut tentu bukan angka matematis yang harus dianggap sebagai pembagian pekerjaan secara literal. Namun, gambaran ini menunjukkan satu hal penting: Astrid S bukan hanya seorang vocalist yang datang ke studio untuk menyanyikan lagu. Ia merupakan bagian aktif dari proses penciptaan musik.

Penggunaan Logic Pro menjadi semakin menarik karena software tersebut memungkinkan seorang songwriter untuk membangun banyak hal sendiri. Mulai dari membuat demo, merekam vocal, menyusun chord, membuat arrangement, memasukkan synth, mengatur berbagai layer, sampai mengeksplorasi sound.

Bagi songwriter, kemampuan seperti ini sangat penting karena ide musik dapat langsung diterjemahkan menjadi bentuk suara. Tidak perlu selalu menunggu produser untuk menerjemahkan apa yang ada di kepala. Seorang musisi dapat mencoba sendiri terlebih dahulu, kemudian ketika konsepnya sudah matang, baru melibatkan produser atau engineer untuk menyempurnakannya.

Inilah salah satu karakter musisi modern. Batas antara songwriter, producer, musician, dan performer semakin tipis.

Bali, Jakarta, dan Proses Kontemplasi

Menariknya lagi, Astrid S bukan sosok yang sama sekali jauh dari Indonesia. Ia pernah datang ke Bali dan Jakarta. Kehadiran tersebut menjadi menarik karena Bali bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mendapatkan inspirasi dan melakukan kontemplasi.

Dalam proses kreatif seorang songwriter, lingkungan mempunyai pengaruh yang besar. Seorang penulis lagu membutuhkan pengalaman, suasana, perjalanan, hubungan antarmanusia, dan ruang untuk berpikir. Tidak semua lagu lahir dari rutinitas studio.

Bali, dengan atmosfernya yang berbeda dari kehidupan sehari-hari di Eropa, dapat memberikan pengalaman baru bagi seorang songwriter. Perjalanan semacam ini kemudian dapat masuk ke dalam proses kreatif dan memengaruhi cara seorang musisi melihat kehidupan.

Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana pengalaman dan inspirasi tersebut kemudian dapat terasa dalam karya-karyanya. Pada album Joyride, misalnya, terdapat lagu “Oh Emma” yang menurut saya menjadi salah satu contoh menarik dari kemampuan Astrid S mengubah pengalaman dan kontemplasi menjadi sebuah karya yang mempunyai karakter.

Di sinilah songwriting menjadi lebih dari sekadar menyusun chord dan lirik. Songwriting adalah proses mengubah pengalaman menjadi cerita yang dapat dipahami orang lain.

Seorang songwriter yang bagus mampu mengambil pengalaman yang sangat personal kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang terasa universal. Pendengar mungkin tidak pernah mengalami kehidupan Astrid S secara langsung, tetapi tetap bisa merasakan emosi yang ada di dalam lagu.

Akar Country dalam Musik Astrid S

Kalau diperhatikan lebih dalam, gaya musik Astrid S sebenarnya mempunyai akar yang kuat pada musik country dan singer-songwriter. Salah satu elemen yang menurut saya menarik adalah penggunaan mandolin.

Karakter mandolin dapat terdengar dalam lagu “It’s OK If You Forget Me”. Instrumen ini memberikan warna yang berbeda dibandingkan pop elektronik yang terlalu modern. Mandolin mempunyai karakter akustik yang hangat, ringan, dan mempunyai nuansa country serta folk.

Ini menjadi salah satu kekuatan Astrid S. Ia tidak sepenuhnya meninggalkan akar musik yang menjadi bagian dari karakter songwriting-nya. Namun, ia juga tidak terjebak dalam musik country tradisional.

Astrid S justru menggabungkan elemen tersebut dengan synth-pop modern.

Menurut saya, strategi ini sangat menarik. Musik country mempunyai karakter storytelling yang kuat. Sementara synth-pop memberikan sound yang lebih modern dan lebih mudah diterima oleh pasar pop internasional.

Dengan menggabungkan keduanya, Astrid S mendapatkan identitas yang berada di tengah-tengah. Ada gitar, mandolin, dan nuansa singer-songwriter, tetapi di sisi lain terdapat synth, electronic texture, dan produksi pop modern.

Ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap pasar tidak selalu berarti kehilangan identitas.

Seorang musisi dapat mengambil akar musiknya sendiri kemudian mengemasnya menggunakan bahasa produksi yang sedang relevan.

Mengapa Synth-Pop Penting dalam Musik Astrid S?

Perkembangan musik pop Barat beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa synth dan electronic production menjadi bagian penting dari sound modern. Synth dapat membuat sebuah lagu terdengar lebih besar, lebih modern, dan lebih cocok untuk platform streaming.

Astrid S tampaknya memahami ruang tersebut.

Ia tidak membuang karakter country-nya, tetapi menambahkan elemen synth-pop sehingga musiknya dapat memiliki daya tarik yang lebih luas. Mandolin dan gitar memberikan identitas, sedangkan synth memberikan modernitas.

Kombinasi ini membuat musik Astrid S terasa seperti berada di antara dua dunia: country singer-songwriter dan modern pop.

Menurut saya, justru kombinasi tersebut yang membuat musiknya menarik. Kalau terlalu country, mungkin pasar pendengarnya menjadi lebih terbatas. Kalau terlalu synth-pop, identitas singer-songwriter-nya bisa hilang. Astrid S berada di posisi yang cukup unik karena mampu mengambil elemen dari keduanya.

Kekuatan Vokal Astrid S

Selain songwriting dan produksi, satu lagi kekuatan Astrid S adalah karakter vokalnya.

Astrid S mempunyai kemampuan menyanyikan nada tinggi dengan karakter suara yang tetap terasa ringan. Salah satu hal yang saya suka adalah penggunaan air dalam vokalnya. Vokalnya tidak selalu terdengar sangat tebal atau agresif. Ada ruang dan udara dalam suara tersebut sehingga memberikan kesan intimate.

Karakter seperti ini sangat cocok dengan lagu-lagu yang mengandalkan storytelling.

Vokal yang terlalu besar kadang justru dapat membuat sebuah lagu terasa seperti pertunjukan vokal. Astrid S lebih sering memberikan kesan bahwa ia sedang bercerita kepada pendengar.

Kekuatan nada tinggi kemudian menjadi salah satu senjatanya untuk memberikan klimaks pada lagu. Ketika bagian tertentu membutuhkan peningkatan emosi, vokalnya dapat naik tanpa harus kehilangan karakter lembutnya.

Menurut saya, perpaduan antara high vocal, airy vocal tone, songwriting yang kuat, dan produksi modern menjadi salah satu formula yang membuat lagu-lagu Astrid S mudah dinikmati.

Astrid S sebagai Studi Kasus Songwriter Modern

Pada akhirnya, hal yang membuat Astrid S menarik bukan hanya karena ia penyanyi Norwegia yang menggunakan Logic Pro. Lebih dari itu, ia merupakan contoh bagaimana songwriter modern dapat mempunyai peran yang sangat besar dalam keseluruhan proses produksi musik.

Ia menulis lagu, memahami produksi, membangun banyak bagian track sendiri, mempunyai karakter vokal, memahami arrangement, serta mampu menggabungkan akar musik country dengan sound synth-pop modern.

Menurut saya, Astrid S sebenarnya mempunyai formula yang sangat kuat untuk pasar internasional. Lagu-lagunya relatif mudah didengarkan, liriknya easy listening, melodinya kuat, dan karakter vokalnya mempunyai identitas.

Namun, industri musik bukan hanya mengenai siapa yang mempunyai lagu paling bagus. Ada faktor negara asal, ukuran pasar, marketing, distribusi, networking, momentum, label, algoritma platform streaming, dan berbagai faktor lainnya.

Karena itu, perbedaan jumlah stream antara seorang musisi dengan musisi lain tidak selalu menjadi ukuran mutlak kualitas songwriting.

Astrid S menjadi contoh menarik mengenai hal tersebut.

Ia mungkin belum mempunyai jumlah stream sebesar Taylor Swift, tetapi bukan berarti kemampuan menulis lagunya tidak layak mendapatkan perhatian sebesar itu.

Justru menurut saya, Astrid S adalah contoh bahwa songwriter hebat bisa muncul dari mana saja. Norwegia mungkin bukan pasar musik sebesar Amerika Serikat, tetapi dari sana muncul seorang musisi yang mampu membawa pengalaman personal, karakter country, mandolin, synth-pop, vokal airy, dan kemampuan produksi menggunakan Logic Pro menjadi musik pop yang terasa internasional.

Dan mungkin inilah yang paling menarik dari Astrid S: ia tidak harus menjadi orang lain untuk bisa terdengar global. Ia cukup mengambil karakter dirinya sendiri, kemudian mengemasnya dengan bahasa produksi musik modern. Bagi saya, itulah alasan mengapa Astrid S layak dipelajari sebagai studi kasus songwriting.

Pada akhirnya, kemampuan songwriting yang kuat akan semakin maksimal ketika sebuah ide lagu dapat diterjemahkan menjadi aransemen yang siap digunakan. Tidak semua musisi memiliki waktu, perangkat, atau kemampuan produksi untuk membuat seluruh instrumental sendiri seperti yang dilakukan Astrid S. Di sinilah proses produksi dapat dibantu oleh tenaga profesional.

Escapia Mount Recording hadir untuk membantu musisi yang membutuhkan jasa pembuatan minus one dengan konsep yang disesuaikan dengan karakter lagu. Mulai dari musik pop, country, hingga perpaduan dengan sound modern, aransemen dapat dirancang agar tetap mempertahankan identitas lagu dan karakter vokal penyanyi.

Jadi, bagi musisi yang sudah mempunyai lirik, melodi, atau sekadar memiliki gambaran musik di kepala tetapi belum mampu mewujudkannya menjadi instrumental yang siap digunakan, proses tersebut bisa dikembangkan bersama Escapia Mount Recording. Karena lagu yang bagus tidak hanya membutuhkan ide, tetapi juga membutuhkan produksi yang mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi sebuah karya yang utuh.