Bedah Teknik Produksi DIA: Ketika AKAI MPC, Wavetable, dan Dangdut Bertemu Dunia TikTok

Di tengah perkembangan musik digital yang semakin cepat, muncul satu pendekatan produksi yang menarik untuk dibedah: bagaimana musik dangdut dapat dikemas dengan bahasa produksi modern yang sangat dekat dengan karakter musik TikTok. Salah satu nama yang menarik perhatian dalam konteks ini adalah Yosua Albert Simanjuntak, yang menggunakan nama panggung DIA.

Nama DIA dikenal melalui sejumlah karya seperti “Malu Malu” bersama Indahkus, serta lagu “EEE A” dan “Gak Peka”. Jika didengarkan dari perspektif produksi, musik DIA memperlihatkan satu hal yang cukup jelas: ia tidak sekadar memasukkan unsur dangdut ke dalam musik pop modern, tetapi mencoba membangun sebuah sound yang memang sejak awal dirancang untuk terdengar dekat dengan generasi digital.

Karakter tersebut terasa dari pemilihan beat, penggunaan bass, permainan synth, hingga cara elemen-elemen musik ditempatkan dalam aransemen. Salah satu perangkat yang menarik dalam pendekatan produksinya adalah AKAI MPC, yang dapat menjadi pusat untuk membangun beat programming, ketukan drum, maupun memainkan bagian-bagian synth.

AKAI MPC sebagai Pusat Beat Programming

Bagi produser musik elektronik, MPC bukan sekadar perangkat untuk memainkan drum. MPC memiliki karakter workflow yang sangat kuat untuk membuat pola ritmis secara langsung. Cara kerja berbasis pad membuat produser dapat membangun groove dengan pendekatan yang lebih performatif dibandingkan sekadar menggambar MIDI note satu per satu.

Dalam pendekatan produksi DIA, penggunaan MPC menjadi menarik karena karakter musik yang dibangun membutuhkan groove yang terasa hidup. Musik hipdut—pertemuan antara hip-hop dan dangdut—tidak cukup hanya menggabungkan kick, snare, dan bass. Ada kebutuhan untuk menciptakan ketukan yang memiliki rasa dangdut tetapi tetap memiliki energi musik urban modern.

MPC sangat cocok untuk kebutuhan tersebut. Pattern drum dapat dibangun secara bertahap, kemudian dikombinasikan dengan variasi velocity, timing, dan permainan pad. Hasilnya adalah beat yang tidak terlalu kaku.

Di sinilah salah satu kekuatan produksi musik DIA dapat dilihat: ritme menjadi fondasi utama sebelum elemen melodis mengambil perhatian.

Hipdut dengan Bahasa Produksi Modern

Hipdut pada dasarnya merupakan wilayah yang menarik karena mempertemukan dua kultur musik yang memiliki karakter ritmis berbeda. Hip-hop mempunyai pendekatan groove dan beat yang kuat, sementara dangdut mempunyai identitas ritmis serta karakter bass yang sangat khas.

DIA terlihat tidak berusaha menghilangkan identitas dangdut tersebut. Sebaliknya, elemen dangdut justru menjadi bagian dari identitas sound-nya.

Salah satu elemen yang menonjol adalah bass dengan karakter dangdut yang kuat. Bass dalam musik seperti ini bukan hanya berfungsi sebagai fondasi harmonis, tetapi juga menjadi bagian dari hook.

Ketika bass dangdut tersebut ditempatkan di atas beat modern, tercipta karakter yang cukup unik: secara struktur terdengar seperti musik digital masa kini, tetapi secara musikal masih memiliki aroma dangdut yang sangat kuat.

Pendekatan tersebut juga membuat musik menjadi mudah dikenali. Dalam produksi musik populer, karakter suara yang langsung dapat dikenali merupakan aset yang sangat penting.

Wavetable dan Dunia Synth Digital

Selain MPC, penggunaan wavetable synthesis menjadi bagian menarik dari pendekatan sound DIA.

Wavetable memungkinkan produser menciptakan berbagai karakter suara sintetis dengan memanfaatkan perubahan bentuk gelombang. Teknologi ini sangat cocok untuk musik yang membutuhkan sound modern, agresif, playful, maupun futuristik.

Dalam konteks hipdut, wavetable dapat menjadi jembatan antara karakter tradisional dan elektronik.

Misalnya, bass dengan karakter dangdut dapat ditempatkan berdampingan dengan synth digital yang lebih modern. Hasilnya bukan sekadar dangdut yang diberi efek elektronik, tetapi sebuah aransemen yang mempunyai identitas sonik baru.

Kombinasi tersebut juga membuat musik DIA terdengar sangat relevan dengan ekosistem konten pendek. Sound yang mempunyai karakter kuat cenderung lebih mudah dikenali ketika digunakan dalam video berdurasi pendek.

Ableton sebagai Ruang Eksperimen

Setelah ide groove dan sound terbentuk, Ableton Live menjadi lingkungan produksi yang sangat fleksibel untuk mengembangkan musik lebih jauh.

Ableton memang memiliki workflow yang sangat dekat dengan produksi musik elektronik. Produser dapat mengembangkan beat, MIDI, synthesizer, audio sample, efek, automation, hingga arrangement dalam satu lingkungan kerja.

Bagi musik seperti hipdut, fleksibilitas tersebut penting karena produksi tidak selalu dimulai dari struktur lagu tradisional.

Produser dapat memulai dari beat, kemudian mencari bass, membuat synth hook, menambahkan vocal chop, baru setelah itu membangun struktur lagu. Pendekatan seperti ini memungkinkan proses produksi lebih eksperimental.

Dari perspektif teknik produksi, hal tersebut juga menunjukkan bahwa software bukan sekadar alat untuk merekam. DAW menjadi tempat untuk mendesain identitas musik.

Sound yang “TikTok Banget”

Salah satu karakter paling menarik dari produksi DIA adalah kesan bahwa musiknya memang dibuat dengan pemahaman terhadap ekosistem TikTok.

Ini bukan berarti musik tersebut hanya dibuat untuk TikTok. Namun, terdapat karakter produksi yang sangat cocok dengan platform video pendek: hook cepat, sound yang mudah dikenali, beat yang langsung terasa, serta bagian tertentu yang dapat dipotong dan digunakan sebagai identitas audio.

Dalam musik digital saat ini, 15–30 detik pertama dapat memiliki peran yang sangat penting. Pendengar tidak selalu memberikan waktu panjang untuk sebuah lagu sebelum memutuskan apakah musik tersebut menarik atau tidak.

Karena itu, produser perlu berpikir bukan hanya mengenai “bagaimana lagu ini bagus secara keseluruhan?”, tetapi juga “bagian mana yang paling cepat menempel di kepala pendengar?”

DIA tampaknya memahami pendekatan tersebut.

Penggunaan beat yang kuat, bass dangdut yang khas, synth modern, dan hook yang mudah diingat membuat musiknya mempunyai potensi besar untuk bekerja dalam format konten pendek.

Bukan Sekadar Mengikuti Tren

Menariknya, strategi produksi seperti ini tidak semata-mata tentang mengikuti TikTok.

Justru yang lebih penting adalah bagaimana seorang produser memahami bahasa musik dari target pendengarnya.

Jika targetnya adalah generasi yang setiap hari mengonsumsi video pendek, maka sound harus mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian dengan cepat.

Dalam konteks tersebut, MPC, Ableton, wavetable synthesizer, bass dangdut, dan beat programming bukanlah elemen yang berdiri sendiri. Semuanya menjadi bagian dari satu strategi produksi.

MPC memberikan groove.

Ableton memberikan ruang untuk mengembangkan dan mengorganisasi ide.

Wavetable memberikan warna sonik modern.

Bass dangdut mempertahankan identitas lokal.

Dan struktur lagu yang catchy membuat semuanya mudah diterima oleh pendengar digital.

Inilah yang membuat teknik produksi DIA menarik untuk dibedah. Ia memperlihatkan bagaimana identitas musik lokal dapat dikemas menggunakan teknologi produksi modern tanpa kehilangan karakter dasarnya.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah produksi bukan hanya terletak pada perangkat apa yang digunakan. MPC, Ableton, synthesizer, plugin, dan berbagai perangkat digital hanyalah alat. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana produser memahami karakter musik, target pendengar, serta cara sebuah sound dapat berkomunikasi dengan audiens.

DIA memberikan contoh menarik mengenai hal tersebut. Hipdut tidak harus terdengar seperti dangdut konvensional, dan musik digital tidak harus kehilangan identitas lokalnya. Ketika keduanya diproduksi dengan pendekatan yang tepat, lahirlah sound yang modern, catchy, dan sangat dekat dengan budaya konsumsi musik generasi TikTok.

Bagi kamu yang ingin membuat minus one dengan karakter musik yang kuat, modern, tetapi tetap mempertahankan identitas genre, Escapia Mount Recording juga melayani pembuatan minus one sesuai kebutuhan aransemen. Karena minus one yang bagus bukan hanya menghilangkan vokal—tetapi tetap mempertahankan rasa musiknya.